Metropolitan Bandar Lampung, mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Lampung

Provinsi Lampung yang dikenal dengan sebutan Sai Bumi Ruwa Jurai berada di ujung selatan Pulau Sumatera. Sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera, Bumi Lampung memiliki posisi yang cukup strategis. Provinsi ini berbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan dan Bengkulu. Provinsi Lampung dikelilingi oleh Laut Jawa di sebelah timur, Samudera Indonesia di bagian barat, dan Selat Sunda di sebelah selatan.

Provinsi Lampung, memiliki luas wilayah sebesar 3,5 juta ha (1,84 persen dari wilayah Indonesia). Di antara lima belas wilayah pemerintahan kabupaten/kota di Provinsi Lampung, Kabupaten Lampung Timur merupakan kabupaten dengan luas wilayah terluas yaitu 533 ribu ha (15,38 persen dari total luas wilayah Provinsi Lampung). Sementara itu, Kota Metro merupakan wilayah terkecil dengan luas wilayah 6,1 ribu ha (0,18 persen dari total luas wilayah Provinsi Lampung).

Wilayah   Pengembangan   Strategis   (WPS)  Merak-Bakauheni-Bandar Lampung-Palembang-Tanjung Api-api (MBBPT) merupakan salah satu dari 35 WPS yang ditetapkan menteri PUPR dalam Renstra Kementerian PUPR Tahun 2015-2019. WPS MBBPT meliputi 3 Provinsi (Sumatera Selatan, Lampung, dan Banten), 17 Kabupaten/Kota   dan 121 Kecamatan dengan luas 21.449,87 km2 dengan total penduduk 6.715.497 jiwa. WPS MBBPT memiliki cakupan wilayah administrasi berdasarkan backbone jalan utama penghubung dari Tanjung Lesung ke Merak dan Jalan Tol Lintas Sumatera Bakauheni – Tanjung Api-api sepanjang 529.41 km. Cakupan administrasi WPS MBBPT ditentukan berdasarkan wilayah pengaruh (15 km di kiri - kanan) sepanjang koridor jalan Tanjung Lesung ke Merak dan Koridor Jalan Trans Sumatera. 

Adapun tujan yang ingin dicapai dari pengembangan WPS MBBPT (Merak – Bakauheni - Bandar Lampung – Palembang - Tanjung Api-Api) adalah:

  1. Berkembangnya koridor MBBPT melalui pengembangan industri berbasis komoditas unggulan
  2. Terbentuknya Keterkaitan Sektor Ekonomi dengan Rantai Perekonomian Wilayah
  3. Terbentuknya kawasan industri dan pelabuhan skala internasional
  4. Terbentuknya Kawasan Metropolitan Bandar Lampung, Palembang, Cilegon-Serang
  5. Berkembangnya KEK Tanjung Api-Api dan KEK Tanjung Lesung
  6. Berkembangnya kawasan prioritas yang akan menjadi growth center kawasan

WPS MBBPT (Merak – Bakauheni - Bandar Lampung – Palembang - Tanjung Api-Api) merupakan konsep pengembangan wilayah dengan tujuan untuk lebih mengakselerasi pertumbuhan ekonomi wilayah dengan bertitik tumpu pada JalanToll Bakauheni - Palembang sebagai backbone, dukungan keterpaduan infrastruktur PUPR pada WPS, dan kemampuan infrastruktur untuk menjadi daya ungkit pertumbuhan wilayah.

Pengembangan WPS mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) pada setiap WPS, dengan mempertimbangkan: 

  1. Efisiensi yang berbasis daya dukung
  2. Daya tampung dan fungsi lingkungan fisik terbangun
  3. Manfaat dalam skala ekonomi (economic scale)
  4. Sinergitas dalam menyediakan infrastruktur transportasi untuk konektivitas dalam lingkup nasional maupun internasional
  5. Mengurangi kesenjangan antara pasokan dan kebutuhan energi terbarukan untuk tenaga listrik, 
  6. Pemenuhan kebutuhan layanan dasar permukiman yang layak bagi masyarakat dan mewujudkan kota tanpa permukiman kumuh, 
  7. Meningkatan keandalan dan keberlanjutan layanan sumber daya air baik untuk pemenuhan air minum, sanitasi, dan irigasi guna menunjang ketahanan air dan pangan. 

Tol Trans Sumatera yang dibangun dalam koridor WPS MBBPT diharapkan dapat memberikan kontribusi dan kebermanfaatan sebesar-besarnya bagi masyarakat serta peningkatan arus investasi yang secara otomatis akan meningkatkan perekonomian regional maupun Nasional.

Kota Bandar Lampung merupakan Ibukota Provinsi Lampung, yang terletak di bagian selatan Pulau Sumatera. Kota Bandar Lampung berperan penting sebagai pusat pemerintahan, perdagangan dan jasa serta transportasi skala nasional.

Sebagai wilayah yang menjadi bagian dari rencana Wilayah Pengembangan Strategis (WPS)  Merak-Bakauheni-Bandar Lampung-Palembang-Tanjung Api-api (MBBPT), tentu saja Pengembangan Kota Bandar Lampung ke depan akan diselaraskan dengan tujuan pengembangan WPS MBBPT. 

Kawasan Metropolitan Bandar Lampung, yang mencakup Kota Bandar Lampung dan kecamatan di kabupaten lain yang berbatasan langsung dengan Kota Bandar Lampung. Terkait dengan penetapan kawasan strategis ini, maka kewenangan dari Pemerintah Provinsi adalah dimulai dari penyusunan Rencana Rinci Kawasan strategis, penyusunan DED prasarana perkotaan yang dikembangkan secara terpadu di Kota Metropolitan Bandar Lampung, pelaksanaan pembangunan dan pengawasannya.

Pengembangan Kawasan Metropolitan Bandar Lampung ditujukan sebagai pusat kawasan perdagangan dan jasa serta kawasan industri pengolahan, dan pusat pemukiman provinsi Lampung. Adapun konsep utama pengembangan Metropolitan Bandar Lampung dan sekitarnya adalah dengan peningkatan pelayanan perkotaan dan sektor ekonomi penggeraknya.

Konsep kota metropolitan sesungguhnya adalah menyatukan beberapa kota atau daerah secara fisik, ekonomi, dan sosial budaya. Kunci keberhasilan penyatuannya adalah keberadaan daerah hub atau penghubung berupa kawasan hijau yang secara geografis berada di antara kota-kota tersebut. Kawasan hijau ini yang dengan tegas dilindungi sehingga dapat membendung tingkat sprawl dari masing-masing kota sekaligus menjadi lokasi pengembangan sarana dan prasarana transportasi regional sehingga dapat berfungsi sebagai penghubung secara ekonomis dan ekologis. Jadi, diharapkan arah pengembangannya bukanlah sebuah metropolitan dalam bentuk mega-city, tapi merupakan jaringan dari beberapa medium city yang mempertahankan kesatuan regional yang koheren.

Sebagai daerah penghubung, salah satu kuncinya adalah keberhasilan dalam menata dan mengelola moda transportasinya. Bus Trans Lampung ini misalnya dapat berperan penting dalam menghubungkan dan “mendekatkan” kota-kota bagian dari wilayah metropolitan ini yaitu Kota Bandar Lampung, Kota Metro, Gedung Tataan di Pesawaran, Gunung Sugih di Lampung Tengah dan Kabupaten Lampung Selatan. Apalagi jika rutenya terhubung dengan bandara, maka tidak hanya menjadi penghubung dalam wilayah metropolitan tadi namun juga dalam skala regional, nasional, bahkan internasional.

Dengan demikian, pemilihan wilayah yang berperan sebagai daerah penghubung akan menjadi sangat strategis. Selain karena keberadaannya sebagai penghubung, juga diharapkan wilayah ini akan berperan dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi wilayah WPS MBBPT dengan bertitik tumpu pada JalanToll Bakauheni - Palembang sebagai backbone, dukungan keterpaduan infrastruktur PUPR pada WPS, dan kemampuan infrastruktur untuk menjadi daya ungkit pertumbuhan wilayah.