Segera mulai! Cara paling mudah untuk mengetahui prospek bisnis yang anda rencanakan

Itu yang saya sarankan bagi anda yang mempunyai ide bisnis dan ingin membangun sebuah usaha. Hampir semua kita tahu teori bisnis, namun hanya sebagian kecil yang punya nyali untuk melakukannya. Mengutip ujaran dari Susan Cain yang mengatakan: There's no correlation between the best talker and having the best ideas;

Tidak ada korelasi antara Jago Bicara dan Memiliki  ide brilian.

Sesuatu ide bisa dikatakan brilian jika ide tersebut dilaksanakan; DIEKSEKUSI. Jika tidak, maka tidak ada ide brilian, selain omong kosong. Bahwa disetiap eksekusi sebuah ide itu ada kemungkinan gagal, itu adalah sebuah hukum alam.  Sukses dan Gagal itu ibarat dua sisi mata uang, jika tidak ada salah satu sisinya maka itu bukanlah uang; tidak bisa dipergunakan. Jika kita terlalu takut gagal, maka kita juga tidak pernah tahu apa itu keberhasilan.

Bagaimana memulai eksekusi sebuah ide Bisnis?

Langkah pertama, Tentukan tujuan bisnis dalam ukuran yang jelas dan terukur untuk merumuskan strategi dan Road map untuk mencapainya. Bahasa sederhananya: TENTUKAN VISI DAN MISI BISNIS ANDA.

Visi bukanlah "mantra ajaib" yang selalu sama tiap waktu. Visi dan Misi akan bergerak dinamis menjadi penanda pertumbuhan perusahaan. Bahasakan setiap detil langkah (step by step) strategi yang anda rencanakan dalam bentuk sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan, karena rumit tidak sama dengan hebat

Kami sendiri membuat Peta sukses (Road Maps) yang kami rumuskan sebagai filosofi dan COMPANY VALUES yaitu: INTEGRITYCOMMITMENTPROFITABILITYPROSPERITY.

Dalam menyusun Perencanaan, Manajemen contemporer biasanya menggunakan pendekatan analisis SWOT, yang tujuannya adalah memahami kondisi riil diri sendiri untuk persiapan menghadapi persaingan. Namun, kami lebih menyukai pendekatan yang berbeda. Kami lebih menyukai antithesis dari Analisis SWOT, karena akan lebih mudah bagi kita jika memandang bisnis sebagai sebuah Kerjasama atau Sinergi bukan sebagai sebuah persaingan.

SWOT analysis antithesis: sejatinya semua adalah peluang. Strength (kekuatan) adalah peluang untuk masuk dan berkembang di pasar. Weakness (kelemahan) adalah peluang untuk perbaikan (improvement) yang akan menjadi potensi pertumbuhan. Threat (ancaman) adalah peluang untuk penguatan internal yang akan menjadi amunisi untuk ambil bagian dalam pasar. Kalau semua adalah peluang, mengapa menunda untuk melakukan?

Sinergi memandang bahwa dalam bisnis lebih mudah jika memandang semua pihak yang terlibat adalah mitra. Pembeli adalah mitra yang memberikan informasi mengenai apa yang dibutuhkan oleh pasar/konsumen. Dengan informasi ini maka kita bisa melayani konsumen sesuai dengan barang dan jasa yang mereka inginkan sehingga kita bisa lebih fokus menetapkan barnag dan jasa yang dihasilkan. Dengan begitu, kita akan lebih optimal dalam menggunakan sumber daya kita. Supplier adalah mitra yang membantu kita memberikan suplai barang dan jasa yang akan kita pergunakan untuk melayani konsumen kita. Penyedia barang atau jasa sejenis yang seringkali dianggap sebagai kompetitor atau pesaing, sejatinya juga adalah mitra. Dari mereka lah kita bisa mengetahui kekurangan kita dalam melayani pelanggan, dan mereka juga yang akan mampu membantu kita jika kita kesulitan menangani order pelanggan karena kekurangan sumber daya (lack of source).  

Setelah Visi dan Misi ditentukan, strategi juga sudah direncanakan, maka tahapan berikutnya adalah pelaksanaan. Dalam setiap Bisnis, baik bisnis Pemula maupun Bisnis yang sudah Mumpuni, tidak pernah ada PLAN (Rencana) yang berjalan 100% dalam realitanya. Penting untuk disadari bahwa tidak ada teori yang 100% aplikatif untuk setiap permasalahan. Kuncinya ADAPTIF dan BIJAK. Tidak ada "cara jitu" yang berlaku generik. Karena produk, pasar, network, cara pendekatan dan konsumen kita berbeda-beda. Berani ambil resiko gagal itu baik, tapi mengendalikan resiko kegagalan itu lebih baik. Sukses adalah proses, dan nikmati prosesnya sebagai sebuah perjalanan yang mengayakan hidup (enrich your life). Jangan berharap dapat segera menikmati sukses dengan cara yang instan karena layaknya mie instan yang rasa kenyangnya tidak lama, sukses dengan cara instan biasanya life cycle nya juga tidak bertahan lama. <p">Modal utama untuk memulai bisnis adalah integritas dan etika. Capital adalah penguatnya. Mitra AdWISE, fokus dalam hal pengaturan cashflow akan banyak membantu terutama saat bisnis baru dirintis. Bisnis baru yang prospektif seringkali tergoda untuk ekspansi secara masif. Respons pasar yang baik, permintaan yang terus meningkat, dan potensi laba yang dapat dikalkulasikan merupakan godaan yang sangat kuat mempengaruhi ambisi pebisnis pemula untuk ekspansi besar-besaran sehingga lalai menjaga irama cashflownya.

Saat semua terlihat rumit, yang kita perlukan adalah berhenti sejenak untuk mengatur sudut pandang terhadap persoalan. Ibarat kamera, dengan angle dan pengaturan yang tepat, maka kita akan memperoleh sisi yg menarik dari setiap objek (baca:masalah). Patut untuk selalu dicamkan dalam benak Mitra AdWISE  bahwa setiap objek mempunyai banyak sisi. Tugas kita adalah melihat, memandang dan mengamati objek tersebut dari banyak sisi, sehingga kita bisa menemukan sisi terbaik yang bisa kita eksploitasi untuk pertumbuhan bisnis kita. Adakalanya untuk memperoleh sisi terbaik itu kita perlu melangkah mundur. Ibarat puzzle, terkadang kita butuh langkah mundur untuk membuka ruang penyelesaian masalah. Tidak selalu maju itu adalah langkah terbaik, dan bukankah Mundur juga adalah LANGKAH? Dengan sumber daya yang mitra AdWISE miliki, kita hanya perlu melihat peluang dari banyak sudut pandang. Dan dengan banyaknya sudut pandang tersebut, maka kita akan lebih kaya dengan alternatif-alternatif langkah yang dapat dilakukan untuk terus menuntaskan VISI Bisnis kita.

Korupsi adalah gejala, Penyakitnya adalah miskinnya integritas. Bangun SINERGI yang kokoh dengan TRUST and CARE (PERCAYA dan PEDULI). Ada ungkapan yang bermakna dalam dan sangat relevan dalam membangun relasi sinergitas, Nothing destroys trust faster than making and breaking a promise. Conversely,nothing builds trust more than keeping a promise. (Stephen Covey).

Kita tidak harus memiliki semua sumber daya untuk dapat memenuhi permintaan Konsumen/Pelanggan kita. Kita hanya perlu memastikan bahwa kita bermitra dengan orang yang tepat. SINERGI akan sangat membantu kita untuk menekan Non-Value Added activities. Non-value added activities adalah aktivitas-aktivitas yang dilakukan perusahaan/manajemen yang tidak memberikan kontribusi bagi pertumbuhan. Contohnya: Beli kendaraan Mercedez Benz yang hanya digunakan sebulan sekali untuk jumpa relasi.

Menurunnya Non-Value Added activities, secara langsung akan meningkatkan pertumbuhan karena source digunakan secara optimal. Jika kita bisa mengejawantahkan SINERGI dari setiap stakeholder dan mitra perusahaan yang memegang teguh INTEGRITAS dan ETIKA, maka kita bisa menciptakan peluang usaha kita sendiri (You could create your own opportunities). (Kutipan: Opportunities don’t happen. You create them. : Chris Grosser)

Parameter sederhana untuk mengukur pertumbuhan bisnis kita adalah peningkatan kesejahteraan stakeholder kita. Sesederhana itu saja. Kalau pekerja kita masih dipusingkan urusan memenuhi kebutuhan dasarnya, maka mereka takkan optimal melakukan pekerjaannya. Siasati masalah pengupahan (yg biasanya jadi biaya tetap) dengan kompensasi bagi hasil dari peningkatan omzet. Dengan begitu, baik pengusaha maupun pekerja mempunyai tujuan yang sama.

Demikian pula jika Pemasok kita masih saja berkeluh kesah tentang sulitnya menagih pembayaran atas suplai barang yang dikirimkan ke kita, itu penanda serius bahwa bisnis kita belum bisa membawa kesejahteraan bagi stakeholder kita. Itu berarti bisnis kita belumlah bertumbuh.

Terlebih lagi jika keluhan itu datang dari Pelanggan kita. Jangan terlena dengan ujaran yang mengatakan bahwa pelanggan yang datang mengeluh langsung ke kita adalah pelanggan loyal. Benar bahwa jika mereka mengeluh langsung, maka masih ada peluang bagi kita untuk mempertahankannya. Namun, keluhan yang tidak ditanggapi serius dan datang berulang adalah bencana. Dan itu dapat menjadi lonceng kematian bagi bisnis kita.

Economic Value Added Compensation yg menjadi trend saat ini pada dasarnya mengadopsi pola bagi hasil. Jadi jangan ragu untuk berbagi. Jika margin laba yang anda hasilkan sudah melebihi target yang anda tetapkan sebelumnya, maka berbagilah pada setiap stakeholder anda.

Temukan ide bisnis anda dan mulailah. Jika anda butuh teman, partner, mitra, untuk melangkah memulai bisnis anda, maka yakinlah bahwa kami selalu siap sedia menjadi partner dan saksi perjalanan sukses anda. Bagi dan ceritakan masalah bisnis mitra AdWISE, maka we bring you solutions